Yahudi Haramkan Pohon Natal di Israel Karena Dianggap Sebagai Pemujaan Berhala


TRIBUN POS - Saat ini diberbagai Sosial Media yang bertebaran di Indonesia, banyak yang memprotes dan merasa marah dengan sikap MUI yang mengeluarkan fatwa jika penggunaan atribut Natal adalah haram hukumnya.

Kebanyakan protes dilakukan oleh sebagian besar yang beragama Kristen dan ada juga dari sebuah kelompok yang menamakan diri Jaringan Liberal Islam, yang sering mengkritik Rasulullah dan juga isi Al Quran.

Rupanya mereka tidak sadar, jika bukan hanya MUI di Indonesia yang melarang dan mengatakan haram hukumnya bagi umat Islam memakai atribut natal.

Di Israel, para Rabi Yahudi ternyata juga mengeluarkan Fatwa yang mengharamkan penggunaan pohon natal di tempat keramaian. Termasuk di hotel, pusat perbelanjaan dan tempat keramaian lainnya.

Beberapa pemilik Hotel sangat ketakutan dengan ancaman para Rabbi ini, dengan alasan jika mereka akan dipersulit untuk mendapatkan sertifikat halal dari para Rabbi, karena akan merusak bisnis tempat usaha mereka.

Bahkan salah satu Rabbi di Universitas Technion, Elad Dekow mengajak mahasiswa Yahudi untuk memboikot Serikat Mahasiswa, setelah mereka ketahuan membuat sebuah pohon natal berbentuk kecil.

Bahkan Dokow langsung menyebut Pohon Natal adalah “Penyembahan Berhala” dan mengatakan jika bangunan yang dipasangi pohon natal, maka bangunan tersebut melanggar status halalnya.

“Ini bukan masalah kebebasan beribadah, tapi ini adalah negara Yahudi di dunia, yang memiliki peran sebagai penjelas bagi bangsa-bangsa lainnya,” ujar Dokow yang juga tercatat sebagai Mahasiswa Universitas Technion.

Saat ini di Palestina dan Israel, tercatat ada 130 ribu warga yang beragama Kristen, dan sebagian besar mendiami wilayah Galilea dan sebagian lainnya, mendiami wilayah pendudukan Israel di Yerusalem Timur.

Salah satu profesor mengunggah postingannya di Facebook dan mengatakan jika pohon natal membuat dirinya tidak merasa nyaman, dan menyuruh kepada mereka yang ingin memasang pohon natal, cukup di rumah sendiri atau pergi ke Eropa.(: pembawaberita)
Powered by Blogger.